Ikan Pedang

Beranda » Ikan » Ikan Pedang

Memelihara hewan kini bisa menjadi hobi baru yang semakin digemari, salah satu diantaranya yaitu ikan hias. Bicara tentang ikan hias, para pecinta ikan pastinya sudah tak asing lagi dengan ikan pedang.

Ikan hias ini memiliki nama latin Xiphophorus helleri atau Swordtail fish dalam bahasa Inggris. Ikan ini merupakan salah satu jenis ikan hias yang banyak digemari karena perawatannya yang relatif mudah.

Karakteristik khusus pada ikan yang berasal dari keluarga Poeciliidae ini terletak pada bentuk ekornya yang unik. Maka tak heran jika popularitas ikan ini seakan tak pernah di turun di kalangan pecinta ikan hias.

Apa itu Ikan Pedang?

Ikan ini dinamakan Xiphophorus karena arti xipho sendiri adalah pedang, sedangkan phoros berarti dibawa. Sementara helleri diambil dari nama orang yang pertama kali menemukan spesies ini yang bernama Heller pada 1848 di danau Meksiko.

Ikan ini memiliki warna tubuh yang beragam, namun umumnya didominasi warna merah dan hitam pada bagian ekor. Sesuai namanya, ikan ini memiliki bentuk seperti pedang di bagian ekor dengan ukuran yang cukup panjang.

Bahkan panjang ekor ikan hias air tawar ini bisa lebih panjang dibandingkan ukuran tubuhnya sendiri. Ikan ini memiliki ukuran tubuh yang panjangnya bisa mencapai 12 cm untuk betinanya.

Sedangkan ikan pedang jantan panjang tubuhnya kurang lebih berukuran 11 cm. Jika perawatan yang dilakukan tepat, ikan hias ini dapat bertahan hidup di akuarium hingga 3-5 tahun lamanya.

Secara general, ikan ini memiliki karakter yang cukup tenang. Meski demikian, terkadang ada pula yang menunjukkan sikap agresif dengan menyerang sesamanya.

Akan tetapi, sebenarnya Anda tidak harus merawat ikan ini di dalam satu akuarium tersendiri. Ikan ini nyatanya dapat disatukan dengan spesies lain dalam akuarium yang sama, seperti angelfish, kribensis, ikan neon, dan lainnya.

Ikan ini juga adalah jenis ikan yang dapat diberikan pakan apapun baik itu makanan buatan, beku atau makanan hidup. Meski demikian, Anda tetap harus memperhatikan asupan makanan yang masuk ke ikan.

Jenis Ikan Pedang

Ikan ekor pedang memiliki banyak jenis yang memiliki ciri-ciri berbeda antara satu dengan lainnya. Berikut ini adalah jenis-jenis ikan pedang yang perlu Anda ketahui.

Platy Pedang

Platy Pedang

Harga: Rp3.000

Ikan platy merupakan salah satu jenis dari Swordtail fish yang cukup populer. Ikan dari jenis memiliki tubuh yang didominasi warna merah cerah.

Bagian ekornya tampak panjang layaknya pedang dengan ujung yang lancip. Pada bagian sirip umumnya memiliki warna merah yang sedikit transparan.

Ikan jenis platy ini sangat cocok dipelihara di dalam akuarium maupun aquascape yang dilengkapi berbagai hiasan. Ikan jenis ini memiliki harga yang menarik bagi pengoleksi ikan hias.

Yellow Swordtail

Yellow Swordtail

Harga: Rp3.000

Sesuai dengan namanya, ikan jenis ini memiliki tubuh berwarna kuning yang tampak menyala dan mencolok. Sementara pada ekor pedangnya terdapat akses warna hitam yang cukup kentara.

Perpaduan warna kuning yang menyala dengan warna hitam yang gagah menjadikan tampilan ikan ini sangat menarik. Maka tak heran jika Yellow swordtail menjadi salah satu yang difavoritkan.

Green Swordtail

Green Swordtail

Harga: Rp2.000 – Rp5.000

Selain warna merah dan kuning, swordtail fish juga memiliki satu jenis yang memiliki dominasi warna hijau pada tubuhnya. Sementara di bagian tengah tubuhnya terdapat garis yang memanjang dari kepala hingga di atas ekor.

Sedangkan bagian ekornya juga berbentuk panjang dan lancip seperti pedang. Selain itu terdapat aksen garis berwarna hitam di bagian ekor.

Warnanya yang eksotis menjadikan ikan ini cocok sebagai ikan hias dalam akuarium maupun aquascape di rumah Anda. Harga ikan pedang jenis ini juga terbilang murah.

Neon Swordtail

Neon Swordtail

Harga: Rp3.000 – Rp5.000

Neon swordtail fish memiliki warna yang sangat unik yakni neon alias menyala. Dalam kegelapan, tubuh ikan ini akan tampak menyala indah dengan warna perak di sekitar sirip bawah.

Sementara bagian sekitar sirip atas berwarna sedikit orange. Ekor pedangnya yang panjang dan lancip terdapat garis berwarna hitam memanjang.

Red Velvet Swordtail

Red Velvet Swordtail

Harga: Rp2.500 – Rp5.900

Swordtail fish jenis ini memiliki tubuh yang dominan berwarna merah terang dan sangat mencuri perhatian. Apalagi ikan ini relatif mudah ditemukan di penjual ikan hias sehingga tak kalah populer.

Sepintas memang tubuh ikan ini hanya berwarna merah saja. Namun, kalau Anda memperhatikan dengan teliti, terdapat garis berwarna hitam di bagian ekornya.

Warnanya yang begitu eksotis membuat red velvet swordtail fish ini selalu ramai peminat. Apalagi harganya juga terbilang ramah di kantong sehingga banyak yang senang memeliharanya.

Albino Swordtail

Albino Swordtail

Tak hanya manusia saja yang tak memiliki pigmen warna kulit alias albino. Swordtail fish yang satu ini memiliki tubuh berwarna putih secara keseluruhan sehingga dinamakan albino.

Bagian sirip yang berwarna putih transparan membuat ikan jenis ini sangat unik. Karena sulit ditemukan, albino swordtail dibanderol dengan harga yang lebih mahal dibanding jenis lain.

Blood Red Albino Swordtail

Blood Red Albino Swordtail

Harga: Rp130.000 – Rp1.500.000

Sesuai dengan namanya, ikan jenis ini memiliki warna merah menyala seperti darah di seluruh bagian tubuhnya. Mulai dari kepala, sirip, hingga ekor pedangnya berwarna merah yang tampak sangat cantik.

Sayangnya ikan eksotis ini terbilang sangat jarang. Maka tak heran jika harga ikan ini melambung jauh diatas jenis lainnya bahkan sampai jutaan.

Sanke Swordtail

Sanke Swordtail

Harga: Rp1.500 – Rp3.000

Lain dari jenis swordtail fish lainnya, sanke swordtail memiliki perpaduan warna yang cantik dan menarik. Tubuhnya terdiri atas corak berwarna merah, hitam, oranye, dan putih.

Bagian kepala berwarna merah, tubuh tengah berwarna putih dengan bercak kehitaman. Tubuh dekat ekor berwarna oranye dan bercak hitam. Sedangkan bagian ekor pedangnya didominasi warna hitam. Perpaduan warna ikan ini sekilas mirip dengan ikan koi.

Hamburg Swordtail

Hamburg Swordtail

Harga: Rp25.000

Swordtail fish jenis hamburg terbilang sangat unik karena warnanya yang menyala. Apalagi jika ditempatkan dalam aquarium atau aquascape dengan pencahayaan yang bagus.

Ikan ini akan terlihat lebih indah, cantik dan menawan. Bagian sirip ikan ini terlihat transparan dengan bentuk yang lebar.

Kohaku Koi Swordtail

Kohaku Koi Swordtail

Harga: Rp2.500

Kohaku koi adalah jenis swordtail fish dari keluarga koi. Ikan ini memiliki bentuk ekor seperti pedang yang baik ekor atas maupun bawah.

Bentuk ekor pada kohaku koi tampak berbeda jika dibandingkan jenis swordtail yang lain. Swordtail lain hanya memiliki ekor pedang di bagian bawah saja.

Warna kohaku koi didominasi oranye kemerahan dan putih di bagian tengah atau perut. Sementara ekornya berwarna putih transparan.

Kohaku Wagtail Swordtail

Kohaku Wagtail Swordtail

Harga: Rp3.000

Jika dilihat dari bentuknya terutama bagian ekor, kohaku wagtail sebenarnya menyerupai kohaku koi. Letak perbedaannya yaitu ekor kohaku wagtail berwarna hitam pekat.

Tak hanya ekor, bagian siripnya juga berwarna hitam menawan. Perpaduan warna kemerahan, putih, dan hitam membuat ikan ini tampak eksotis.

King Lyretail Swordtail

King Lyretail Swordtail

Harga: Rp100.000 – Rp600.000

Ikan ini sekilas tampak seperti hamburg swordtail. Akan tetapi king lyretail memiliki kulit yang tampak lebih bersinar. Ekornya juga panjang lancip seperti pedang baik di ekor bagian atas maupun bawah. King lyretail dijual dengan harga yang lebih mahal dibanding jenis swordtail fish lain.

Pineapple Swordtail

Pineapple Swordtail

Harga: Rp15.000

Jenis yang satu ini juga dikenal dengan nama pineapple swordtail fish. Warna ikan ini menyerupai nanas sehingga tampak sangat cantik menawan. Ukurannya yang relatif kecil membuat pineapple swordtail fish cocok ditempatkan dalam aquascape.

Panda Swordtail

Panda Swordtail

Harga: Rp4.500 – Rp5.000

Jenis yang satu ini dinamakan panda karena memiliki perpaduan warna hitam dan putih bak binatang panda. Panda swordtail fish juga memiliki penggemar yang tak kalah banyak dibanding jenis lainnya.

Cara Merawat Ikan Pedang

Cara Merawat Ikan Pedang

Secara umum, bisa dibilang ikan ini tidak memiliki kesulitan berarti dalam perawatannya. Dari segi makanan pun, pemilihan makanannya terbilang mudah dan tidak terlalu pilih-pilih.

Ikan ini dapat dipelihara baik di dalam akuarium maupun aquascape dengan ukuran tertentu. Namun ukuran yang lebih besar dengan volume air mencapai lebih dari 40 liter lebih disarankan.

Agar lebih memahami bagaimana cara merawat ikan pedang dengan tepat, alangkah baiknya Anda memperhatikan tips berikut ini.

  • Gunakan akuarium yang berukuran setidaknya 10 US gallons atau setara kurang lebih 40 liter. Namun jika menggunakan ukuran yang lebih besar akan lebih baik.
  • Suhu air di akuarium juga perlu diatur antar 22-26 derajat celcius. Sementara tingkah keasaman atau pH ada di level 6,8 – 7,8.
  • Lakukan pemasangan filter air untuk menjaga kualitas air akuarium. Di samping itu, air juga perlu diganti minimal 20% setiap minggunya.
  • Sebaiknya menempatkan satu ekor jantan dengan 2-3 ekor betina.
  • Hindari hanya menempatkan satu jantan dan satu betina saja. Hal ini dapat berpotensi menyebabkan betina tidak nyaman dan stress akibat gangguan dari ikan jantan.
  • Hindari menempatkan beberapa ekor jantan dalam satu akuarium karena bisa berakibat perkelahian antar pejantan.
  • Anda dapat memberi makan ikan berupa makanan buatan, beku, atau hidup. Tetapi sebaiknya berikan makanan bervariasi yang memiliki nutrisi memadai agar ikan tetap sehat.

Selain kualitas air, penataan atau dekorasi dalam aquarium juga harus diperhatikan. Ikan pedang jantan memiliki karakteristik suka mengganggu dan menakut-nakuti betina saat agresif.

Maka, Anda sebaiknya membuat aquarium dengan desain tanaman yang agak lebat. Tanaman ini bisa menjadi tempat persembunyian betina dari gangguan jantan.

Tanaman lebat juga bisa menjadi tempat berlindung bagi bayi ikan pedang. Pastikan membuat akuarium yang tertutup agar lebih aman.

Hal ini karena ikan yang satu termasuk golongan perenang cepat dan pandai melompat. Dengan adanya penutup akuarium, Anda tak perlu khawatir ikan akan melompat hingga keluar.

Cara Budidaya Ikan Pedang

Cara Budidaya Ikan Pedang

Swordtail fish tergolong dalam ikan hias yang tangguh, tahan penyakit, dan mudah dikembangbiakkan. Maka dari itu cara budidaya ikan pedang pun tidak terlalu sulit.

Secara umum, ada 3 tahapan dalam budidaya ikan ini. Antara lain pemilihan indukan, pemijahan ikan, dan perawatan larva.

Pemilihan Indukan

Sebelum mengembangbiakkan ikan pedang, tentu Anda harus memilih ikan yang akan dijadikan indukan. Untuk hasil budidaya yang maksimal, pilihlah ikan sehat tanpa cacat yang siap kawin atau matang gonad.

Sebelumnya Anda juga harus bisa membedakan mana ikan jantan dan mana yang betina. Ikan pedang jantan memiliki tubuh ramping dengan warna yang lebih cerah.

Bentuk kepalanya juga besar dengan bentuk sirip lebih panjang di bagian punggung. Di tubuhnya terdapat gonopodium atau tonjolan yang bisa ditemukan di bagian belakang sirip perut.

Sementara ikan betinanya memiliki bentuk tubuh lebih gemuk dengan warna agak kusam. Tidak terdapat tonjolan, sirip punggung lebih pendek, dan kepala berbentuk agak runcing.

Pemijahan Ikan

  1. Pertama, siapkan bak pemijahan yang bersih dengan ukuran memadai, menyesuaikan jumlah ikan yang akan dibudidayakan.
  2. Siapkan jaring yang rapat yang bisa dimasuki ikan anakan tetapi tidak bisa dimasuki indukan.
  3. Bak pemijahan diisi air hingga sekitar 40-50 cm lalu masukkan daun ketapang yang sudah dicuci bersih ke dalam air.
  4. Setelah direndam antara 2-3 hari, air akan berwarna kecoklatan.
  5. Kemudian masukkan indukan ke dalam bak yang sudah diberi jaring yang terendam air.
  6. Penggunaan jaring dengan lubang kecil-kecil dimaksudkan agar anakan tidak dimakan oleh indukannya.
  7. Berilah pakan kepada indukan 2 kali sehari.
  8. Jika sudah terjadi pembuahan (perut betina membesar), pisahkan dari jantannya agar anakan tidak dimakan.
  9. Pemilihan anakan kurang lebih dilakukan setelah berumur 4-6 minggu.

Perawatan Larva

Larva ikan sudah dapat berenang saat usianya 2 hari. Anda dapat memberi pakan berupa infusoria dalam jangka waktu 2-3 hari. Selanjutnya ganti pakan anakan dengan memberikan kutu air. Betina yang sudah pernah bertelur akan menghasilkan anakan sekitar 5-50 setelah berselang 28 hari.

Saat larva semakin berkembang, pembesaran bisa dilakukan baik dalam kolam/bak maupun akuarium. Sedangkan jenis pakan saat pembesaran antara lain cacing sutra, kutu air besar, dan cacing darah.

Saat usianya sudah mencapai 3 bulan dengan ukuran panjang tubuh sekitar 2,5 cm, maka dapat dilakukan pemanenan.

Itulah ulasan lengkap mengenai jenis-jenis, cara perawatan, hingga budidaya ikan pedang. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda yang tertarik memelihara maupun mengembangbiakkan ikan cantik ini.

Tinggalkan komentar