Cendet Salto

Beranda » Burung » Cendet Salto

Cendet salto merupakan perilaku burung yang tidak disukai oleh kicau mania karena memberikan dampak buruk. Perilaku ini membuat burung menjadi tidak aktif berkicau serta membuat bulunya menjadi rusak.

Sebenarnya tidak hanya burung cendet saja, namun hampir semua burung memiliki resiko sama melakukan salto. Terutama burung yang dirawat dalam sangkar dan paling besar kemungkinannya adalah burung cendet.

Aksi salto kerap kali membuat jengkel para perawat burung karena harus telaten jika ingin mengubah perilakunya. Kalau burung cendet yang kamu miliki sedang mengalami hal ini, ada baiknya mengetahui apa penyebab untuk mencari solusinya.

Penyebab Burung Cendet Salto

Penyebab Burung Cendet Salto

Mengatasi burung cendet salto tidaklah mudah seperti yang dibayangkan apalagi memang sudah menjadi kebiasaan. Akan sangat sulit jika dalam kesehariannya burung ini sering melakukan salto tanpa bisa dikontrol.

Untuk bisa merubahkan kamu harus melakukan terapi dan pelatihan agar tidak terlalu sering melakukan salto. Walaupun tidak mungkin bisa disembuhkan namun sedikit demi sedikit bisa dikurangi kebiasaan buruk tersebut.

Sebelum membahas bagaimana cara mengatasinya, akan lebih baik jika mengetahui apa penyebabnya berikut ini:

1. Kebiasaan Ketika Berada di Alam

Sebenarnya ketika burung ini melakukan salto merupakan kebiasaan saat mereka berada di alam dan merupakan karakter alaminya. Burung ini akan melakukan akrobatik seperti salto ketika bertemu mangsa di alam bebas.

2. Cendet dalam Keadaan Stres

Stres menjadi penyebab utama burung cendet suka salto ketika berada di dalam kandangnya. Stres bisa terjadi karena faktor lingkungan, birahi, pakan atau berbagai penyebab lain sehingga merawat burung harus hati-hati.

3. Perubahan Pakan dan Perawatan

Ternyata perubahan dalam pemberian pakan dan perawatan yang dilakukan juga menjadi penyebab cendet salto. Hal ini biasa terjadi jika burung berpindah tangan, tidak heran jika burung ini sering salto saat baru dibeli.

4. Terjadinya Gangguan pada Tubuh

Cendet merupakan burung yang sensitif jadi kalau ada perubahan sedikit saja pada sistem tubuhnya maka bisa salto. Kamu harus mengetahui apakah burung ini dalam keadaan baik atau tidak jika ingin mengatasi kebiasaan salto.

5. Posisi Tenggeran

Mengingat insting melakukan salto biasa dilakukan, maka ketika berada di dalam sangkar dengan posisi tenggeran cukup mendukung sehingga membuat burung ini memiliki ruang untuk salto walaupun itu sangat sempit. Jadi, pastikan untuk perhatikan posisi dalam meletakkan tenggeran.

6. EF Terlalu Berlebihan

Pemberian EF terlalu banyak dan berlebihan juga menjadi salah satu penyebab burung cendet sering salto. Perhatikan ketika kamu akan memberikan EF jangan sampai berlebihan karena juga bisa membuat burung cendet miyik.

Cara Mengatasi Cendet Salto

Cara Mengatasi Cendet Salto

Mengatasi cendet sering salto tidak bisa dilakukan secara instan dan harus rutin dilakukan bertahap. Lama tidaknya dalam mengatasi perilaku ini cukup berbeda, sehingga harus diperhatikan betul-betul antar burung cendet.

1. Mengganti Posisi Tenggeran

Seperti sudah dijelaskan jika posisi tenggeran menjadi penyebab cendet bisa memiliki ruang salto. Maka kamu bisa menggunakan langkah sederhana dengan merubah posisi tenggeran agar ruang salto tidak cukup lagi.

2. Tingkatkan Intensitas Mandi

Banyak yang mengatakan kalau mandi malam dinilai kurang efektif padahal terbukti bagus untuk mengurangi stres. Tips yang bisa kamu lakukan sebaiknya gunakan terapi mandi malam seperti embun agar burung tidak menjadi takut.

3. Pastikan Full Kerodong

Hal pertama agar cendet tidak salto adalah dengan memastikan full kerodong sampai batas waktu tidak ditentukan. Jika keadaan burung mulai membaik atau mulai berkurang saltonya maka penggunaan kerodong bisa waktu malam hari saja.

4. Kurangi Pemberian EF

Cendet bisa aktif salto karena memiliki tenaga ekstra yang didapatkan dari pemberian EF cukup banyak. Maka kurangi pemberian EF secara perlahan dalam beberapa hari dan lihat bagaimana perkembangannya.

5. Terapi Lapar

Kamu juga bisa menggunakan terapi lapar dengan cara tidak langsung memberikan pakan setelah kerodong dibuka. Ajak cendet bermain dulu dengan menggoda memakai jangkrik agar mau mengejar sehingga menurunkan emosinya.

6. Terapi Suara Air

Memberikan terapi suara air mengalir sangat bagus diberikan pada cendet yang suka salto atau dalam keadaan stress. Berikan terapi ini selama 24 jam atau pada malam hari saja tergantung seberapa parah keadaannya.

7. Pengembunan

Cara ini dianjurkan untuk burung yang sudah tidak mengalami salto atau setidaknya ketika saltonya tidak parah. Pengembunan dilakukan pada saat subuh dan jangan terlalu lama karena bisa membuat kebiasaan salto semakin parah.

8. Gacorkan Lagi

Cara mengatasi cendet galak dan salto lainnya adalah dengan membuat burung mau gacor lagi. Tahapan ini dapat dilakukan setelah burung tidak lagi salto dan stres demi mengembalikan kualitas suaranya.

Dampak Negatif Cendet Sering Salto

Dampak Negatif Cendet Sering Salto

Cendet yang terlalu sering salto tentu akan memberikan dampak negatif dan tidak baik bagi burung itu sendiri. Walaupun gerakan salto sudah biasa dilakukan di alam namun jika terlalu sering dilakukan menandakan burung sedang stres.

Adapun beberapa dampak dari perilaku negatif burung yang satu ini antara lain:

1. Tidak Mau Bunyi

Burung cendet yang terlalu sering salto maka akan lupa untuk berbunyi sehingga tidak bisa di lombakan lagi. Cendet macet bunyi sangat menyebalkan sehingga tidak heran jika pemiliknya berusaha keras mencari cara untuk mengatasinya.

2. Bulu Menjadi Rusak

Perilaku salto yang dilakukan di dalam sangkar atau kandang dengan ruang terbatas tentu membuat bulu rusak. Hal ini karena gesekan yang terjadi pada sangkar dilakukan terus menerus jika tidak segera diatasi.

3. Sering Kelabakan

Sebenarnya ada banyak faktor yang menyebabkan burung cendet mengalami kelabakan tanpa bisa dikontrol. Kali ini kelabakan yang dialami merupakan dampak negatif karena burung sering salto.

Jika burung kelabakan maka akan sangat sulit untuk dijinakkan kembali sehingga membutuhkan terapi. Sementara memberikan terapi membutuhkan waktu dan harus telaten sehingga menyita waktu.

4. Menghindari Pakan

Dampak negatif lainnya cendet akan menjadi suka menghindar pada saat diberi pakan seperti liar kembali. Keadaan ini membuat burung menjadi sulit untuk dilatih kembali gacornya karena stamina tidak maksimal.

5. Bisa Mengalami Luka

Mencari cara atasi cendet salto sangat diperlukan karena membuat burung mengalami luka jika terlalu berlebihan. Apalagi jika intensitas salto yang dilakukan sudah tidak dapat dihitung banyaknya dalam waktu satu jam.

6. Harga Cendet Turun

Dampak negatif yang paling merugikan bagi pemilik burung cendet salto adalah nilai atau harga jualnya. Seperti diketahui kebiasaan salto tidak disukai oleh pecinta burung sehingga peminatnya tentu berkurang atau malah tidak ada.

Tentu saja hal ini membuat kamu menjadi kesulitan ketika ingin menjual burung dengan perilaku salto parah. Tidak heran jika burung sering salto harus dilakukan terapi dulu agar kembali normal baru kemudian dijual.

Hampir semua burung memiliki kebiasaan salto yang sudah ada sejak di alam bebas saat mencari mangsa. Kebiasaan cendet salto ini memiliki dampak negatif, agar lebih mudah lakukan cara mengatasinya sesuai dengan penyebabnya.

Tinggalkan komentar