Cara Merawat Anak Kucing

Beranda » Kucing » Cara Merawat Anak Kucing

Kucing adalah hewan peliharaan yang paling umum disukai oleh sebagian besar manusia. Selain kucing ada pula anjing karena memiliki sifat setia.

Penampilan kucing menggemaskan dan tingkahnya aktif membuat orang suka untuk bermain serta memeliharanya. Walau demikian, bukan yang mudah untuk tahu cara merawat anak kucing sedari kecil.

Apalagi jika anak kucing yang kamu pelihara tidak memiliki induk, tentu perawatannya harus memerlukan perhatian yang ekstra.

Anak kucing umur 1-3 minggu akan dalam pengawasan induknya secara intens. Oleh karena itu, jika kucing tanpa indukan, maka kamu sebagai orang yang memelihara bisa menjadi pengganti induknya.

Lingkungan untuk Anak Kucing

Lingkungan untuk Anak Kucing

Cara merawat anak kucing tanpa induk yang pertama adalah dengan membuat habitat alami yang nyaman bagi si kitten. Langkah-langkahnya bisa dengan mengikuti cara berikut ini:

Kebersihan Diri

Yang harus diperhatikan pertama kali adalah bagaimana kamu berkomitmen untuk merawat anak kucing sedari awal. Oleh karenanya, ini penting sekali sebelum kamu menangani kucing.

Jadi, bersihkan diri kamu secara rutin karena bagaimanapun kucing dapat membawa bakteri atau virus yang dapat menimbulkan penyakit buat kamu.

Selalu cuci tangan kamu sebelum memegang kucing dan setelahnya. Hati-hati dalam memegang kucing, perlakukan dengan lembut.

Jika memang diperlukan, gunakan masker dan sarung tangan untuk menanganinya. Salah satu cara merawat anak kucing baru lahir adalah jangan satukan mereka dengan hewan peliharaan Kamu yang lain dalam satu ruangan atau satu kandang.

Atur Tempat Kucing

Yang kedua, cobalah untuk membuat tempat kucing yang bisa menghangatkan suhu tubuh anak kucing. Perlu diketahui bahwa anak kucing tak bisa mengontrol suhu tubuhnya pada usia 0-3 bulan.

Ia biasanya selalu mendekap induknya untuk memperoleh kehangatan. Bantal penghangat bisa menjadi solusi yang pas untuk tempat anak kucing pengganti kehangatan induknya.

Kamu bisa menggunakan kotak khusus atau kardus untuk wadah bantal tersebut. Jika ditaruh di sebuah ruangan, maka pastikan suhu di sana cukup hangat untuk anak kucing, kamu juga bisa memberi lampu khusus agar kucing selalu hangat.

Pastikan tidak angin atau air yang masuk ke ruangan tersebut.

Makanan Anak Kucing

Makanan Anak Kucing

Bagian kedua setelah pembuatan tempat tinggal yang nyaman bagi si kucing adalah pemberian asupan makanan. Makanan anak kucing yang paling utama adalah susu.

Susu

Layaknya bayi manusia, anak kucing juga memerlukan susu karena pada usia-usia awal makanan pokok dari anak kucing adalah susu ASI yang dihasilkan oleh induknya. Jika anak kucing yang kamu pelihara tanpa induk, maka kamu wajib menyediakan susu pengganti ASI.

Kamu bisa memperoleh susu untuk kucing pengganti ASI kucing di toko peliharaan terdekat. Perlu diingat, jangan memberikan susu sapi kepada kucing.

Alih-alih sehat, anak kucing malah mengalami gangguan pencernaan dan membahayakan hidupnya. Berilah susu formula yang sudah ada di toko peliharaan yang kandungannya cocok buat si kitten.

Untuk membantunya minum, gunakan dot atau alat tetes berupa pipet kecil. Cara membuat dot kucing sendiri bisa memanfaatkan dot bekas bayi. Pemberian susu formula dilakukan secara rutin, karena biasanya anak kucing sering merasa lapar.

Di sini Kamu juga perlu melihat tanda-tanda kalau si anak kucing merasa kelaparan. Biasanya ia akan membuka mulut sambil mengedip-ngedipkan mata seperti minta disusui induknya.

Ambil jarak setiap 2 hingga 3 jam untuk setiap kali pemberian susu. Satu hal lagi, yakni cara pemberian susu kepada si kucing.

Meski Kamu pernah melihat pemberian susu kepada bayi, hal itu tidak bisa disamakan dengan kucing. Hindari pemberian susu sambil menggendong dan tiduran.

Sebaiknya cukup letakkan anak kucing di bawah, kepalanya tetap di atas dan beri dengan posisi duduk.

Merawat Anak Kucing

Merawat Anak Kucing

Setelah sukses memberi makan, bagian selanjutnya yang tak kalah penting adalah perawatan lanjutan. Perhatikan beberapa hal berikut ini sebagai cara merawat kucing untuk pemula.

Buang Kotoran

Anak kucing belum bisa mengontrol keinginan untuk buang air kecil dan buang air besar sendiri. Karena biasanya induk kucing akan menjilati anak kucing setelah menyusui untuk merangsang anak kucing agar buang air besar dan buang air kecil.

Tanpa kehadiran induk, Kamulah yang membantu anak kucing tersebut. Caranya yakni bantulah anak kucing untuk menggosok anus dan area kelaminnya.

Bukan gosokkan dua arah, namun gosok satu arah secara lembut menggunakan kain halus atau kapas. Maka anak kucing akan buang air besar dan buang air kecil. Lakukan gosokan tersebut hingga anak kucing selesai.

Perhatikan kondisi urine dan kotoran anak kucing, Urine yang sehat berwarna kuning keputih-putihan dan tidak berbau. Jika urine berwarna kehijauan maka bisa jadi kucing dalam keadaan tidak sehat.

Sementara, kotoran kucing akan berwarna coklat dan berbentuk padat. Bila berbentuk cair, maka mungkin ada gangguan pencernaan pada kucing tersebut.

Membersihkan Anak Kucing

Kamu tidak perlu memandikan anak kucing dengan air yang banyak. Karena telah disebutkan sebelumnya kalau anak kucing tersebut sangat riskan mengalami kedinginan.

Bila memandikannya menggunakan air, kucing bisa sangat berisiko mengalami hipotermia. Maka daripada menggunakan air, Kamu cukup mengusap seluruh badan kucing untuk membersihkannya.

Gunakan handuk kecil atau kapas yang diberi air. Lalu lap seluruh bagian tubuh kucing.

Setelah itu, gantilah lap menggunakan lap kering hingga bulu kucing mongering. Jika setelah buang air besar, masih terdapat kotoran yang tersisa, maka bersihkan dengan lap yang dicelup air hangat hingga bersih.

Cek Bobot Anak Kucing

Anak kucing secara alami akan tumbuh dan berkembang jika perawatan yang dilakukan benar. Maka untuk mengecek hal tersebut, Kamu bisa mulai mencatat bobot anak kucing setiap harinya.

Dari situ Kamu bisa memantau pertumbuhan anak kucing. Hal ini adalah salah satu cara merawat anak kucing dengan perawatan lanjutan.

Sebagai informasi Kamu, bahwa anak kucing biasanya akan bertambah 14 gram rata-rata setiap harinya. Untuk dua minggu pertama, pastikan beratnya antara 280-300 gram dengan asumsi berat badan saat lahir adalah 100-110 gram.

Jika berat badan turun, jangan ragu untuk ke dokter hewan untuk berkonsultasi.

Ke Dokter Secara Rutin

Pergi ke dokter hewan juga diperlukan untuk memastikan apakah anak kucing yang kamu rawat sehat atau tidak. Dokter akan mengecek kondisi kucing yang meliputi pemeriksaan hidrasi, ada tidaknya cacing dan parasit, pemeriksaan mata dan kuping, dan lain sebagainya.

Jika ada yang tak beres, jangan lupa juga tetap berkonsultasi kepada dokter. kamu juga bisa meminta tips kepada dokter bagaimana cara perawatan lainnya, penambahan vitamin, atau apakah perawatan yang kamu lakukan sudah benar atau belum.

Demikian cara merawat anak kucing yang bisa kamu praktekkan langsung. Bahkan dengan perawatan yang baik dan benar saja, masih ada risiko kematian untuk anak kucing karena memang sangat rentan bagi kucing yang ditinggalkan induknya.

Oleh karena itu, jika kamu berniat memelihara kucing sejak bayi, rawatlah dengan cinta dan kasih sayang.

Tinggalkan komentar