Ikan Bala Shark

Beranda » Ikan » Ikan Bala Shark

Ikan Bala Shark atau yang dalam nama latin dinamakan dengan Balantiocheilos melanopterus adalah satu spesies ikan hias. Selain terkenal dengan sebutan Balasak, ikan ini juga dikenal dengan Hiu Perak, Hiu Triwarna, Hiu Bala, dan Hiu Air Tawar.

Ikan ini umumnya memiliki sisik berwarna perak dengan garisan hitam di sepanjang sirip-siripnya dan ekor berwarna kuning gelap. Warna inilah yang mendasari sebutan Triwarna: perak, hitam, dan kuning.

Sesuai dengan namanya juga, ikan ini memiliki tampilan yang serupa dengan ikan hiu walaupun sebenarnya tidak memiliki ikatan gen sama sekali. Sirip lancipnya yang berada di bagian atas dan bawah badan membuatnya terlihat seperti ikan hiu dengan ukuran yang jauh lebih kecil.

Ikan yang normalnya berukuran 5cm ini saat dewasa bisa mencapai hingga 30 cm. Ukuran ini masih tergolong umum untuk ikan hias di akuarium rumah. Tetapi perlu diingat bahwa mereka memiliki pertumbuhan yang cukup cepat dan membutuhkan tempat tinggal yang tidak membatasi.

Selain itu ikan bala shark juga mudah untuk diberi makan karena memiliki selera makan yang luas dan akan memakan apapun dengan lahap. Ikan ini memiliki sifat yang tidak agresif dan tenang jika ditempatkan bersama ikan spesies lain. Tetapi masih ada kemungkinan untuk memakan ikan yang lebih kecil darinya.

Walaupun begitu, ikan ini aktif dan mudah kaget. Karenanya, akan lebih baik jika ikan ini diberikan wadah yang luas dan tidak membatasi aktivitasnya. Semakin aktif, semakin lama mereka bisa hidup.

Jika ikan bala ini tidak dapat bergerak dengan bebas mereka cenderung mudah untuk tertekan dan mati. Apabila dirawat dengan benar, ikan ini dapat hidup hingga kurang lebih 10 tahun.

Sejarah Ikan Bala Shark

Sejarah Ikan Bala Shark

Hiu Bala memiliki famili Cyprinidae dan genus Balantiocheilos. Familia ini mengacu kepada keluarga besar air tawar seperti ikan mas, sedangkan genusnya Balantiocheilos hanya berisikan dua spesies.

Spesies pertama dari genus ini dikenal dengan Bala Hiu Siam atau Balantiocheilos ambusticauda. Sayangnya, ikan endemik Thailand ini diduga sudah punah karena terakhir kali ditemukan pada tahun 1986.

Spesies kedua adalah Ikan Balasak. Sampai saat inilah spesies yang masih dibudidayakan dalam skala kecil walaupun juga telah tercatat sebagai hewan langka oleh IUCN.

Ikan ini juga terancam punah karena populasinya telah menurun sebanyak 50% dalam 10 tahun terakhir. Mereka memiliki habitat alami di sepanjang perairan tawar Asia Tenggara. Dulunya mereka mudah ditemui di aliran sungai Mekong, Malaysia, hingga Indonesia.

Di Indonesia sendiri ikan bala shark dapat ditemukan di Sumatera, Kalimantan, dan Jambi. Tetapi sejak tahun 1975, jumlah ikan ini telah dilaporkan menurun drastis oleh para nelayan lokal. Dugaan utama dibalik penyebab punahnya ikan ini adalah penangkapan ikan liar yang tidak dibatasi.

Karena rupanya yang cantik, dari dulu ikan ini kerap dijadikan penghias ruangan di balik kaca akuarium. Dugaan lain adalah besarnya kebakaran hutan yang berujung kepada polusi air. Mengingat jumlahnya yang makin sedikit, ikan hias cantik ini tidak akan mudah untuk ditemukan langsung di alam bebas.

Maka dari itu di masa ini banyak yang memilih untuk membudidayakan mereka secara buatan.

Ciri Ikan Bala Shark

Ciri Ikan Bala Shark

Selain siripnya yang menyerupai sirip ikan hiu, Balasak tidak memiliki kesamaan lain dengan Ikan Hiu. Badannya panjang dan ramping seperti bentuk torpedo. Di sisi atas dan bawah mereka terdapat sirip dengan garis hitam tegas yang membuatnya terlihat tajam.

Sama dengan siripnya, ekor ikan ini juga memiliki garis hitam yang tegas dan berbentuk seperti huruf V menyamping. Pada umumnya, tubuh mereka berwarna perak yang akan memantulkan cahaya di sekitarnya.

Besar tubuh ikan bala shark tergantung kepada tempat dan pola makan. Semakin besar akuarium dan semakin banyak makan akan membuat ikan ini tumbuh sangat besar hingga 35 cm.

Hiu kecil ini terkenal sebagai ikan yang tidak agresif dan cenderung tenang. Ikan ini akan hidup damai dengan ikan lain di lingkungannya jika sudah terbiasa. Tetapi, mereka mudah kaget dan takut jika berada di lingkungan baru.

Setelah terbiasa di suatu lingkungan, mereka akan menjadi sangat aktif. Namun terkadang juga memilih untuk bersembunyi. Mereka juga terkadang serakah karena memiliki nafsu makan yang besar dan tidak pemilih.

Kemungkinan yang dapat terjadi adalah mereka mengambil makanan ikan yang lebih kecil atau memakan ikan kecil tersebut. Jika berkelompok, ikan-ikan ini akan jauh lebih tenang dan lebih tidak agresif.

Jenis Ikan Bala Shark

Ikan Hiu air tawar ini sebenarnya hanya satu jenis, tetapi ada beberapa ikan hias lain yang memiliki penampilan unik serupa hiu.

Red Tail Black Shark

Red Tail Black Shark

Masih berasal dari keluarga Cyprinidae, Red Tail Black Shark umumnya berwarna hitam dengan ekor dan sirip yang memiliki garisan merah terang. Mereka bisa bertumbuh sampai kurang lebih 15 cm tetapi biasanya hanya sampai 12 cm. Ini menjadikan mereka sangat ideal untuk disimpan di akuarium kecil.

Tetapi, ikan berekor merah ini lebih agresif dan teritorial daripada ikan bala. Mereka cenderung suka menggigit sirip ikan lain, terlebih lagi ikan dengan sirip yang panjang. Tidak disarankan untuk menempatkan jenis ini dengan ikan berpenampilan serupa karena mereka bisa menganggapnya lawan.

Jenis ikan bala shark ini sangat suka bersembunyi, jadi disarankan untuk menaruh batu-batuan dan tanaman air yang dapat menjadi tempat mereka.

Salah satu alasan mereka bersembunyi adalah karena Hiu berekor merah termasuk hewan yang suka menyendiri dan hanya bersosialisasi untuk mencari pasangan.

Baca juga: Ikan Oscar

Rainbow Shark

Rainbow Shark

Dikenal juga dengan Hiu Rubi, ikan ini memiliki sisik berwarna pelangi dan sirip berwarna merah menuju oranye. Ikan ini mirip dengan Hiu Ekor Merah karena masih berada dalam genus yang sama. Perbedaannya terletak pada warna dan badan yang cenderung lebih silindris.

Ikan bala shark pelangi bisa menjadi agresif terhadap ikan yang badannya mirip. Tetapi, ikan ini memang pada dasarnya cenderung agresif dan teritorial mirip seperti hiu asli. Di samping agresif, mereka juga termasuk aktif. Tetapi jika stress akan memilih untuk bersembunyi seharian.

Patin Siam

Patin Siam

Jenis ikan yang satu ini memiliki penampilan campuran lele dan hiu. Walaupun dalam Bahasa Indonesia dinamakan patin, dalam Bahasa Inggris sering juga disebut dengan Hiu Siam atau Hiu Bangkok.

Patin Siam merupakan ikan hias yang memiliki karakter kurang lebih mirip dengan Hiu Bala. Mereka sama-sama tenang dan tidak begitu agresif. Walaupun jenis ini tidak mengganggu jenis ikan lain yang sama tenangnya, jika bertemu dengan ikan yang berpenampilan serupa bisa jadi berbahaya.

Di lingkungan budidaya akuarium, ikan ini biasanya mencapai 15 cm. Sedangkan, di alam bebas bisa mencapai 100 cm.

Cara Merawat Ikan Bala Shark

Cara Merawat Ikan Bala Shark

Merawat ikan bala shark seharusnya tidak susah jika Anda memahami apa yang harus dan tidak boleh dilakukan. Berikut adalah beberapa cara dan tips merawat Ikan hias cantik ini:

Akuarium

Mengingat sifatnya yang omnivora, Bala Shark akan bertambah besar sesuai dengan konsumsi makannya. Lebih baik merencanakan dari awal jika Anda ingin merawat ikan ini hingga ukuran maksimalnya hingga sekitar 30 cm.

Untuk dimensi yang direkomendasikan adalah tangki yang dapat memuat 500 liter air.

Ikan ini aktif dan suka melompat. Jadi pastikan akuarium Anda memiliki tutup supaya mereka tidak keluar tiba-tiba.

Kondisi Air

Faktor air sangatlah penting untuk kelangsungan hidup Ikan Hiu Bala. Idealnya 25 derajat celcius adalah suhu yang terbaik untuk mereka. Sedangkan untuk pH, usahakan tetap menjaganya di antara 6.5 – 8 pH.

Teman Ikan

Ikan ini memang pada tidak agresif, namun saat bertumbuh besar mereka bisa saja memakan ikan yang lebih kecil. Maka dari itu hindari menaruh ikan seperti Neon Tetra dan Guppy yang bisa menjadi korban.

Di sisi lain saat sendirian, ikan hiu ini bisa menjadi stress dan agresif terhadap ikan lainnya. Memiliki beberapa ikan lain yang masih satu jenis akan membuat mereka lebih tenang. Tetapi jumlah yang direkomendasikan adalah 4 karena jika lebih akan mengancam keseimbangan akuarium.

Ikan ini memang aktif tapi terkadang mereka membutuhkan waktu untuk menyendiri. Dekorasi bebatuan dan pepohonan aquarium akan mengurangi stress jika mereka sewaktu-waktu merasa terancam.

Makanan

Walaupun bersifat omnivora, lebih baik jangan memberikan ikan bala shark dengan makanan seadanya. Jika Anda ingin merawat mereka sampai ke potensi maksimal mereka, usahakan berikan makanan yang berkualitas tinggi berupa pelet.

Diet alami mereka adalah serangga, larva, algae, dan krustasea. Anda bisa memberikan udang atau hewan berprotein tinggi lainnya sekali-kali. Jangan juga memberi makan terlalu banyak. Disarankan untuk memberi makan 2-3 kali sehari.

Cara Budidaya Ikan Bala Shark

Cara Budidaya Ikan Bala Shark

Untuk membuat Ikan Bala Shark berkembang biak, perlu proses yang harus diperhatikan. Bisa dibilang proses budidaya ikan ini tidak begitu mudah, karena Anda perlu mempersiapkan banyak hal dan waktu untuk mengurusnya hingga selesai.

  1. Bedakan betina dan jantan. Tubuh Bala jantan cenderung lebih besar dari betina dan perut betina lebih bulat dari jantan.
  2. Saat umurnya sudah mencapai sekitar 4 bulan, pisahkan beberapa Bala di tangki berbeda. Tangki ini setidaknya mampu menampung 250 liter dan memiliki suhu 25 derajat celcius.
  3. Anda bisa menempatkan jaring di dasar tangki agar memudahkan Anda untuk melihat dan membersihkan tangki nantinya.
  4. Pembuahan biasanya terjadi di pagi hari selama beberapa jam. Tingkatkan suhu hingga sekitar 28 derajat celcius dan pasang filter tambahan supaya bakal telur tidak sakit dan terfertilisasi dengan baik.
  5. Jangan lupa untuk memindahkan induknya ke tangki lain dan membersihkan bakal telur yang tidak terfertilisasi.
  6. Setelahnya, ganti 30-50% air dan pasang filter. Larva akan muncul setelah 24 jam dan dapat menjadi telur setelah 3 sampai 4 hari kemudian.

Untuk membuat ikan hias air tawar ini berkembang-biak dalam skala besar, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Namun sebelum itu, perlu diingat bahwa secara alami mereka berkembang-biak saat musim hujan dan di usia sekitar lebih dari tiga tahun.

Mematangkan Gonad

Pindahkan induk ikan bala shark yang akan dimatangkan ke dalam kolam, bak, atau wadah air lainnya yang memiliki ketinggian air setidaknya 60 cm. Usahakan agar suhu air di wadah sekitar 24 hingga 31 derajat celcius. Pastikan juga pH air tidak kurang dari 6 dan tidak lebih dari 7,5.

Selama proses, Anda bisa memberikan makanan yang mengandung protein sebanyak 35% dengan takaran 90% dan makanan alami sebanyak 10% porsi.

Merangsang Pemijahan

Pemijahan adalah proses pengeluaran sel telur dan sperma untuk dibuahi secara alami di medium air lainnya. Untuk ikan yang tidak dapat memijah secara alami, Anda bisa menyuntikkan hormon ovaprim dan HCG sebanyak 2 kali.

Di penyuntikan pertama, Anda bisa menyuntikkan 0.15 ovaprim dan 50 ml HCG per kg bobot ikan. Tunggu selama sekitar 5 jam lalu Anda bisa melanjutkan penyuntikan kedua. Di langkah ini, Anda bisa menyuntikkan 0.35 ml ovaprim dan 250 HCG.

Sayangnya, ikan bala shark tidak bisa memijah secara alami. Maka dari itu, Anda perlu memijat perut ikan hingga telur dan sperma keluar. Tunggulah selama 9 sampai 11 jam untuk proses ovulasi selesai.

Menginkubasi Telur dan Merawat Larva

Pertama-tama, Anda harus menyediakan wadah inkubasi berupa corong. Corong ini sebaiknya transparan agar memudahkan Anda melihat perkembangan larva. Corong ini nantinya mampu menampung mulai dari 9.000 hingga 12.000 butir larva.

Dalam waktu setengah hari, atau kurang lebih 15 jam, telur akan menetas. Lalu setelah 24 jam, Anda bisa memanen larva ini.

Ikan Bala Shark merupakan salah satu ikan tawar cantik yang mampu menghiasi rumah Anda. Dengan rupanya yang unik seperti ikan hiu, ikan langka ini bisa berkembang-biak di lingkungan yang sehat dan kondusif.

Memang banyak faktor yang harus dipikirkan sebelum merawat ikan ini, mulai dari perilaku alami hingga kebersihan lingkungan. Tetapi ikan ini tidak akan sulit dirawat jika Anda sudah mengenali karakter dan memahami cara merawat mereka.

Tinggalkan komentar